Manusia Dan Pandangan Hidup


Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.

a.    Pandangan Hidup dan Ideologi

Pandangan hidup adalah filsafat hidup seseorang yaitu kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya, ketepatan dan manfaatnya. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur tersebut adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan bangsa itu sendiri. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya.

b.   Cita-cita

Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-citamerupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang.Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makintinggi tingkatannya.Apabila cita-cita belum tercapai maka cita-cita tersebut disebut angan-angan. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebutyang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakankondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita sedangkan faktor yangmenghambat merupakan kondisi Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu tapi juga oleh masyarakat bangsa dannegara. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan atau tujuan suatu bangsa dan negara.

 c.       Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.

d.      Usaha atau Perjuangan

Dalam perjalanan hidup manusia, yang namanya usaha atau perjuangan sudah pasti menjadi bagian yang tak terpisahkan. Perjuangan untuk mendapatkan pekerjaan, kekayaan, popularitas, kedudukan, kemenangan, dan lain sebagainya. Bahkan untuk mendapatkan kekasih pujaan hati tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selalu ada usaha untuk memperjuangkan, entah dengan cara mudah atau cara sulit. Tapi apa pun bentuk usaha itu merupakan bagian dari romantika dan dinamika kehidupan! Ada tiga hal yang perlu dicermati agar apa yang kita perjuangkan membawa hasil maksimal, setidaknya tercapai target atau tujuan. Diantaranya: / Perencanaan Segala sesuatu jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan diperlukan persiapan atau perencanaan matang. Jangan melakukan suatu tindakan/perbuatan/kegiatan. da 3 hal yang harus dilakukan oleh seseorang untuk bisa menjadi sukses dan luar biasa bagi hidupnya. Yang pertama adalah bermimpi. Seseorang yang tidak punya mimpi adalah ibarat orang yang tidak tahu kemana arah hidupnya. Dengan mempunyai mimpi kita punya hal yang ingin kita raih dalam hidup kita. Mimpi yang seperti apa? Terserah, tapi akan lebih baik jika kita bermimpi setinggi mungkin. Dengan bermimpi yang tinggi paling tidak kalau kita tidak berhasil meraihnya kita tidak akan jauh dari mimpi kita itu. Bermimpi yang kecil maka hasilnya pun kecil. Dengan bermimpi yang besar kita akan punya power yang lebih untuk berusaha di atas rata-rata orang lain.Tuliskan mimpimu dan bayangkanlah ketika kamu bisa meraih mimpi mu, wow amazing. Tapi jangan terlena hanya dengan berkhayal kalau mimpi kita akan terwujud. Tahap selanjutnya adalah bagaimana merealisasikan mimpi itu. Kita sebut dengan perjuangan. Perjuangan yang tak kenal lelah. Perjuangan yang membutuhkan tekad, semangat dan usaha diatas rata-rata orang lain. Perjuangan yang tidak mengenal kata menyerah sebelum kita berhasil meraihnya. Orang yang sukses adalah orang yang selalu bangkit ketika ia terjatuh. Perjuangan butuh usaha dan pengorbanan.

e.       Keyakinan dan Kepercayaan

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar-atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.

f.       Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik

Terdapat empat segi pokok dari sekian banyak tawaran Ibnu Khaldun yang dapat kita jadikan sebagai tolok ukur sukses suatu bangsa dan umat dalam mengarungi kehidupan mereka:

Pertama adalah segi pandangan hidup. Pandangan hidup menjadi penentu maju dan mundurnya umat. Pentingnya pandangan hidup bisa kita pahami dari tamsil sederhana. Di tangan orang yang berpandangan hidup baik, sepeda bekas bisa menjadi kendaraan andal. Dan di tangan orang yang berpandangan hidup buruk, sepeda baru akan segera menjadi perangkat rusak. Umat yang berpandangan hidup baik memberikan sumbangan besar dan berharga bagi perkembangan peradaban. Dan sebaliknya, umat yang berpandangan hidup buruk akan menyisakan persoalan besar bagi kehidupan di dunia ini.

Kedua adalah segi cara hidup. Pandangan hidup yang baik ternyata tidak cukup, karena dunia ini adalah alam ikhtiari, yaitu lingkungan hidup strategik yang akan terjaga baik jika disertai upaya cerdas, terencana dan berkelanjutan. Upaya itu membentuk cara hidup.  Dalam lingkup antarbangsa dewasa ini terlihat jelas. Cara hidup yang mengabaikan kedaulatan pangan membuat suatu bangsa menjadi kelas penggarap sekaligus pasar bagi produk pangan bangsa lain.

Ketiga adalah tempat hidup. Banyak bangsa hidup di alam yang subur dengan iklim yang bersahabat tetapi lambat beranjak lebih maju dibandingkan lainnya. Sementara bangsa lain hidup di alam tandus dengan iklim yang ganas tetapi mampu berkembang menjadi lebih kuat dan makmur.  Pesannya jelas. Kesungguhan dan kesinambungan untuk mencerdasi tempat hidup lebih penting daripada mengeluhkan dan menyalahkannya.

Keempat adalah peralatan hidup. Manusia hidup membutuhkan peralatan. Babakan sejarah manusia pun bisa dilihat dari penggunaan dan penguasaan mereka atas peralatan. Manusia nomaden menguasai dan membutuhkan sedikit alat. Semakin maju peradaban maka semakin banyak pula peralatan yang dikuasai dan dipergunakan.

 

Referensi:

http://www.scribd.com/doc/89220776/BAB-8-Manusia-Dan-Pandangan Hidup-IBD

http://id.shvoong.com/tags/meraih-kesuksesan/#ixzz2CCyQ3n7O

edukasi.kompasiana.com/2012/06/02/usaha-dan-doa/

id.wikipedia.org/wiki/Keyakinan_dan_kepercayaan

 

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s